Membuka toko online kini jauh lebih cepat daripada dulu, tetapi toko yang sudah berjualan di minggu pertama biasanya menyiapkan beberapa hal sebelum dibuka. Daftar ini mengikuti urutan yang paling sedikit membuat Anda mengulang pekerjaan.
1. Tentukan apa yang dijual, dan untuk siapa
Tulis satu kalimat tentang apa yang Anda jual dan untuk siapa, misalnya "tas kulit buatan tangan untuk orang yang bersepeda ke kantor". Kalimat ini akan menuntun nama toko, foto yang Anda ambil, kata-kata di beranda, dan tempat Anda beriklan.
Mulailah dengan sedikit produk yang Anda kuasai. Sepuluh produk dengan foto bagus dan deskripsi jujur lebih laku daripada seratus produk yang diunggah terburu-buru.
2. Pilih nama dan alamat
Pilih nama yang pendek, mudah dieja setelah sekali didengar, dan domainnya masih tersedia. Toko Anda bisa mulai di alamat yang diberikan platform, lalu pindah ke domain sendiri, misalnya toko.contoh.com, saat Anda siap. Domain sendiri sepadan: pembeli lebih percaya, dan semua yang dipelajari mesin pencari tentang toko Anda tetap menjadi milik Anda.
3. Siapkan produk pertama
Untuk setiap produk, siapkan:
- Foto: beberapa per produk, dengan latar polos, cahaya siang yang cukup, dan setidaknya satu foto saat produk dipakai.
- Deskripsi dengan kata-kata Anda sendiri: apa produknya, bahannya, ukurannya, dan cocok untuk siapa. Menyalin teks pabrik membuat halaman Anda sama dengan toko lain.
- Harga dan stok yang tersedia. Jika produk punya ukuran atau warna, buat sebagai varian, masing-masing dengan stoknya sendiri, agar pembeli tidak memesan ukuran yang sudah habis.
4. Atur cara Anda dibayar
Sediakan metode pembayaran yang sudah biasa dipakai pembeli Anda. Kartu dan PayPal berlaku hampir di mana saja; di Indonesia banyak pembeli memilih QRIS, virtual account, dan e-wallet; transfer bank cocok untuk pesanan besar dan barang pesanan khusus. Hubungkan akun atas nama Anda sendiri, agar uang langsung masuk ke Anda, dan uji setiap metode sebelum toko dibuka. Panduan kami tentang cara menerima pembayaran online membahas pilihannya.
5. Tentukan pengiriman dan pengembalian
Pilih wilayah pengiriman, cara menghitung ongkirnya (tarif per zona, atau ongkir sudah termasuk dalam harga), dan berapa lama pesanan dikirim. Lalu tulis aturan pengembalian dengan bahasa sederhana: berapa hari, dalam kondisi apa, dan siapa yang menanggung ongkir pengembalian. Pembeli membacanya sebelum membeli, terutama di toko yang belum pernah mereka coba.
6. Tulis halaman yang dicari pembeli
Sebelum pesanan pertama, pembeli memastikan ada usaha sungguhan di balik toko. Pastikan mereka menemukan:
- Tentang kami: siapa Anda dan mengapa menjual produk ini.
- Kontak: alamat email dan, bila bisa, telepon atau chat.
- Pengiriman dan pengembalian: aturan dari langkah 5.
- Kebijakan privasi: apa yang Anda lakukan dengan data mereka.
7. Coba pesan sendiri
Pesan sesuatu dari toko Anda sendiri lewat ponsel, seperti pembeli: cari produknya, masukkan ke keranjang, checkout, bayar, dan baca email yang Anda terima. Lalu proses pesanannya dari dashboard. Anda akan menemukan kalimat yang membingungkan atau foto yang kurang, yang bisa membuat pembeli batal.
8. Buka toko, dan kabari orang
Saat toko dibuka, kabari orang yang sudah mengenal Anda: pelanggan, pengikut, teman. Daftarkan toko di Google Search Console agar mesin pencari menemukan halaman Anda, dan terus tambahkan produk serta artikel: setiap halaman adalah pintu masuk baru.
Siap memulai? Buka toko Anda: hanya semenit, dan uji coba gratisnya tanpa kartu.